Rabu, 25 Maret 2020

Ada Hantavirus, Ahli Virus Ucap Tidak Seberbahaya COVID-19

Belum habis dunia dikagetkan dengan infeksi virus COVID-19, sudah ada masalah virus lain yakni hantavirus. Ini dirasakan seorang pria di Tiongkok yang wafat walaupun sudah negatif COVID-19.

Kabar itu menyebabkan kecemasan, terutamanya di sosial media, akan timbulnya penyakit baru ditengah-tengah wabah COVID-19 yang belum usai.



Walau bagaimanapun, Yang Zhangqiu, pakar virus dari Wuhan University menjelaskan jika langkah penyebaran dari hantavirus tidak seperti COVID-19.

" Tidak sama dengan COVID-19, hantavirus dalam banyak masalah tidak menyebar lewat skema pernafasan. Tetapi kotoran manusia serta darah pasien yang terkena dapat mentransmisikan virus ke manusia, " kata Yang.

Disamping itu, Yang mengutarakan jika walau pasien ini duduk di bis bersama-sama beberapa penumpang, tetapi infeksi ke orang lain kecil kemungkinan. Ia menjelaskan jika seorang biasanya tidak akan terserang oleh hantavirus serta COVID-19 dengan cara bertepatan.

Yang menerangkan, penyakit hantavirus dikarenakan oleh kontak dengan tikus seperti konsumsi makanan yang mereka sentuh atau hirup aerosol yang tercemar kotoran tikus.

Infeksi itu dapat membuat seorang alami demam, cenderung pendarahan, serta kerusakan ginjal. Seperti dengan COVID-19, hantavirus dapat mengakibatkan kerusakan peranan hati, ginjal, dan organ-organ pasien lain hingga membuat pasien alami tanda-tanda demam serta pendarahan hebat.

Walau bagaimanapun, Yang menerangkan jika penyakit ini dapat dihindari serta dikontrol. " Penyakit hantavirus bisa dihindari serta dikontrol dan ada vaksin untuk menghindarinya, " katanya.

US Centers for Disease Control and Prevention mengatakan jika hantavirus bukan penyakit baru. Beberapa masalah berlangsung di Chile serta Argentina serta diketahui dengan tipe hantavirus yang disebutkan virus Andes.

" Telah jarang ada di sejumlah besar negara. Orang memperolehnya dari tikus, tidak dari orang lain, " kata Alan Radford, profesor veterinary health informatics dari University of Liverpool, Inggris.

" Walau itu dapat jadi infeksi kronis pada seorang, alurnya tidak beralih serta kewenangan kesehatan tahu bagaimana menanggapinya, " kata Radford memberikan tambahan seperti diambil dari Newsweek.

Minimal, ada tiga penyakit yang dikarenakan oleh hantavirus. Di Eropa serta Asia, mereka umumnya mengakibatkan Haemorrhagic fever with renal syndrome ( HFRS ), sesaat HFRS yang lebih mudah disebutkan Nephropathia epidemica di Eropa. Disamping itu, di Amerika, mereka lebih diketahui untuk pemicu Hantavirus cardiopulmonary syndrome.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar